<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } H3 { margin-bottom: 0.08in } –>
<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } H3 { margin-bottom: 0.08in } –>
Berikut keterangan tentang LINUX
Penyuntingan Teks
Semua konfigurasi dan setelan di Linux tersimpan di dalam berkas teks. Walaupun biasanya Anda menyunting konfigurasi ini melalui antarmuka berbasis grafik, sesekali mungkin Anda harus menyuntingnya secara manual. Geditadalah editor teks baku di Ubuntu, yang dapat Anda luncurkan dengan mengeklik Applications->Accessories->Mousepad di sistem menu desktop.
Anda juga dapat menjalankan Mousepad lewat baris perintah menggunakan gksudo, yang akan menjalankan Mousepad dengan hak akses administratif, dalam rangka untuk mengubah berkas konfigurasi.
Jika Anda ingin menggunakan editor teks dari baris perintah, Anda dapat menggunakan nano, editor teks sederhana yang mudah dipakai. Saat menjalankannya dari baris perintah, selalu gunakan perintah berikut, untuk memastikan editor tidak memasukkan jeda baris:
nano -w
Selain ini ada juga beberapa editor berbasis terminal yang tersedia di Ubuntu, paling populer adalah seperti VIM dan Emacs. Aplikasi ini lebih kompleks untuk digunakan dibandingkan nano, akan tetapi lebih handal.
Root Dan Sudo
Pengguna root di GNU/Linux adalah pengguna yang mempunyai akses administratif untuk mengelola sistem. Pengguna biasa tidak mempunyai akses ini karena alasan keamanan. Akan tetapi, Kubuntu tidak menyertakan pengguna root. Malahan, akses pengelolaan diberikan kepada pengguna individu, yang dapat menggunakan aplikasi “sudo” untuk melakukan tugas pengelolaan. Akun pengguna pertama yang Anda buat pada sistem saat instalasi akan, dengan baku, mempunyai akses ke sudo. Anda dapat membatasi atau mengaktifkan akses sudo ke pengguna lain dengan aplikasi Users and Groups
Ketika Anda menjalankan aplikasi yang membutuhkan hak akses root, sudo akan menanyakan Anda untuk memasukkan kata sandi pengguna normal. Hal ini untuk memastikan agar aplikasi berbahaya tidak merusak sistem Anda, dan berfungsi sebagai pengingat bahwa Anda sedang melakukan tugas administratif sistem yang mengharuskan Anda agar berhati-hati!
Untuk menggunakan sudo pada baris perintah, cukup ketik “sudo” sebelum perintah yang Anda ingin jalankan. Sudo kemudian akan menanyakan kata sandi.
Sudo akan mengingat kata sandi Anda untuk waktu yang telah ditentukan sebelumnya (bakunya 15 menit). Fitur ini didisain untuk mengizinkan pengguna melakukan multitugas administratif tanpa harus menanyakan kata sandi setiap waktu.
Harap berhati-hati ketika melakukan tugas administratif — sebab dapat merusak sistem Anda!
Beberapa tips lain untuk menggunakan sudo:
· Untuk menggunakan terminal “root”, ketik “sudo -i” pada baris perintah.
· Seluruh grup perkakas konfigurasi berbasis grafik dalam Ubuntu sudah menggunakan sudo, jadi Anda akan ditanyakan kata sandi jika dibutuhkan.
· Ketika menjalankan perkakas berbasis grafis dengan “sudo”, cobalah jalankan dengan “gksudo”. Perintah ini akan membuka window kecil yang akan menanyakan kata sandi pengguna. “gksudo” sangat berguna jika Anda ingin men-setup launcher untuk Synaptic di panel Anda, atau aplikasi lainnya.
Jika anda masih awam dengan sebutan-sebutan yang terdapat di linux, berikut saya berikan beberapa keterangan (meski sedikit):
Apakah sudo itu?
sudo adalah mekanisme yang digunakan untuk menjalankan aplikasi/pekerjaan sebagai root oleh user biasa yang diberi akses grup sudo (sudoers) dengan password pribadinya. Sifatnya non permanen, artinya, selang waktu tertentu user harus memasukkan passwordnya kembali.
Apa Perbedaan sudo, gksu, nano, vi, pico dan kdesu?
sudo digunakan di sembarang terminal, gksu digunakan dilingkungan GUI GNOME/XFCE, sedangkan kdsu digunakan di lingkungan KDE.nano, vi, pico digunakan di teminal dan GUI.
Lalu su?
su adalah perintah untuk bersalin login menjadi super user (root) dengan memasukkan password asli root. Selama dia belum exit, apapun yang dilakukannya adalah pekerjaan super user. Karena itulah mengapa menggunakan sudo lebih aman sebab selang waktu tertentu (timeout) harus memasukkan password kembali.
Apakah Mount dan Mount Point Itu?
Mount adalah proses membuka sebuah device untuk di gunakan. Device bisa berupa floppy disk (fd), hardisk (hd), atau removable disk (sd).
Mount Point adalah tempat anda menampung bukaan isi device di sistem anda. Biasanya berupa sebuah direktori di dalam direktori /mnt atau /media atau direktori lain yang didefinisikan saat melakukan mounting.
Bagaimana Melakukan Mounting?
Sebelum melakukan mounting sebaiknya anda mengenali dulu media penyimpanan yang akan anda mount.
Secara umum formatnya adalah:
sudo mount [device] [mount point] [type] [opsi]
Bagaimana Memount Partisi Hardisk Windows FAT32?
sudo mount /dev/hda1 /mnt/win-c -t VFAT -o umask=000,rw
Bagaimana Memount Partisi Hardisk Windows NTFS?
sudo mount /dev/hda1 /mnt/win-c -t ntfs defaults
Atau menggunakan modul ntfs-3g
sudo mount -t ntfs-3g /dev/hda1 /mnt/windows
Bagaimana Memount CDROM/DVDROM?
sudo mount /dev/hdc /media/cdrom -t udf,iso9660
Bagaimana Memount File ISO?
sudo mount /home/kolu/pclinux-2007.iso /media/cdrom0 -o loop -t is09660
Bagaimana Melepaskan Mount?
Melepaskan mount sebuah device di sebut unmount. Prosesnya sederhana:
sudo umount [mount point]
<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>
Kali ini saya mencoba memberikan tutorial untuk meningkatkan performa desktop Ubuntu Anda, agar berjalan lebih responsif dan lebih kencang dibanding instalan defaultnya. Dalam tutorial ini menggunakan Distro Linux Ubuntu “Feisty” 7.04 yang baru saja dirilis
Spek komputer yang di gunakan:
PC Intel Pentium 4 Celeron 1.8 GHz, Memori 512+128 MB, VGA Intel i810 onboard.
Yang perlu Anda pahami dalam tutorial ini adalah apabila menemukan kode seperti ini:
1 |
$ sudo apt-get update |
itu artinya jalankan perintah tersebut dengan mengetikkannya pada jendela konsol. (Applications > Accecories > Terminal). Dalam tutorial ini redaksi menggunakan aplikasi nano untuk mengedit file konfigurasi di konsol. Untuk menyimpan file gunakan kombinasi tombol Ctrl + O, dan untuk keluar Ctrl + X (Lihat Gambar 01)

Gambar 01.
Contoh editing file dengan aplikasi nano
Trik pertama adalah menghilangkan delay saat kita mengklik menu. Caranya:
1 2 |
$ cd $ nano -w .gtkrc-1.2-gnome2 |
tambah di akhir baris: (lihat gambar 01.)
gtk-menu-popup-delay = 0
==============
Optimasi Sistem File
1 |
$ sudo nano -w /boot/grub/menu.lst |
Cari baris berikut ini dan tambahkan sehingga menjadi:
# defoptions=quiet rootflags=data=writeback elevator=cfq # altoptions=(recovery mode) single rootflags=data=writeback
(pastikan anda tidak menghilangkan tanda # pada awal baris diatas)
2 3 |
$ sudo update-grub $ sudo nano -w /etc/fstab |
tambahkan pada baris disk utama di file fstab diatas sehingga menjadi seperti ini:
defaults,errors=remount-ro,data=writeback,noatime 0
Untuk memastikan kalau fitur journal_data_writeback telah terpasang dengan baik jalankan perintah ini:
4 |
$ sudo tune2fs -o journal_data_writeback /dev/yourdrive |
ganti /dev/yourdrive dengan drive utama Anda, misal /dev/sda4
============
Optimasi CPU
Aktifkan fitur pemrosesan paralel khususnya pada prosesor dual core atau yang mendukung hyperthreading dengan cara:
1 |
$ sudo nano /etc/init.d/rc |
Tambahkan / cari baris berikut sehingga isinya menjadi:
CONCURRENCY=shell
===========
Apabila memori Anda diatas 512MB atau lebih, Anda bisa memaksa linux Anda untuk mengurangi pembacaan swap di harddisk, dan sebaliknya mengutamakan swap di memori fisik langsung, dengan cara ini akan diperoleh respon sistem yang lebih cepat karena sistem langsung membaca dari RAM.
Anda bisa mengisi nilai variabel dibawah ini dengan angka 0 untuk tidak memeriksa swap sama sekali. Semakin besar maka semakin sering sistem akan memeriksa swap diharddisk. Default di Feisty adalah 60
Anda bisa mengeceknya dengan menjalankan perintah:
1 |
$ sysctl -q vm.swappiness |
Agar nilainya permanen setiap kali kita booting, tambahkan variabel vm.swappiness di file sysctl.conf
2 |
$ sudo nano /etc/sysctl.conf |
Tambahkan pada baris terakhir:
vm.swappiness=0
=======
Matikan fitur IPv6 apabila tidak digunakan.
1 |
$ sudo nano /etc/modprobe.d/bad_list |
tambahkan:
alias net-pf-10 off
============
Matikan bootsplash (logo Ubuntu) pada saat booting ganti dengan tampilan teks di konsol seperti biasa.
Caranya edit file grub:
1 |
$ sudo nano /boot/grub/menu.lst |
Pada baris seperti ini:
title Ubuntu, kernel 2.6.20-15-genericroot (hd0,3) kernel /boot/vmlinuz-2.6.20-15-generic root=UUID=92bf1252-8b17-4819-a702-31cac7907b6b ro splash quiet=vga=791 elevator=cfg rootflags=data=writeback initrd /boot/initrd.img-2.6.20-15-generic quiet savedefault
Hapus kata splash sehingga menjadi:
kernel /boot/vmlinuz-2.6.20-15-generic root=UUID=92bf1252-8b17-4819-a702-31cac7907b6b ro quiet=vga=791 elevator=cfg rootflags=data=writeback
======================
Percepat eksekusi program dengan mengedit file /etc/hosts
1 |
$ sudo nano /etc/hosts |
Anda akan melihat isi seperti dibawah ini:
127.0.0.1 localhost 127.0.1.1 ubuntu
(dan beberapa baris IPV6 dibawahnya)
Sekarang ubah baris tersebut sehingga menjadi seperti dibawah ini:
127.0.0.1 localhost ubuntu 127.0.1.1 ubuntu
(ganti “ubuntu†dengan nama hostname Anda)
Simpan dan keluar. Sekarang seharusnya program akan terasa lebih cepat dan responsif saat dibuka dibandingkan sebelumnya)
======================
Hemat memori dengan mendisable fitur Pango
1 |
$ sudo nano /etc/environment |
Tambahkan di baris terakhir variabel ini:
MOZ_DISABLE_PANGO="1"
================
Install Preload
Percepat waktu startup aplikasi dengan meload librarinya terlebih dahulu ke memori.
Caranya, install aplikasi preload
1 |
$sudo apt-get install preload
|
=========
Matikan servis – servis yang tidak dipakai
System > Administration > Services
Seperti: anacron, atd, alsa-utils, apport, bluetooth, brltty, powernowd, samba, hotkey-setup, avahi-daemon, apmd, cupsys, hplip, dan screen
===========
Trik mempercepat akses internet di Mozilla Firefox
pada address bar ketik
1 |
about:config |
lalu enter
selanjutnya pada filter ubah nilai variabel berikut
1 2 3 4 |
network.dns.disableIPv6 = true
network.http.pipelining = true
network.http.pipelining.maxrequests = 8
network.http.proxy.pipelining = true
|
=====
Disable Icon
Apabila Anda kurang menyukai penggunaan icon pada menu, Anda bisa menghilangkannya sekaligus menghemat pemakaian memori dengan cara, klik:
system > preference > menu and toolbars
Hilangkan pilihan ’show icon in menu’
=====
Hemat memori, Disable Animasi
Pada saat anda meminimize aplikasi biasanya akan muncul animasi minimize sebelum aplikasi turun ke taskbar. Untuk menghilangkan animasi tersebut anda bisa set melalui aplikasi gconf-editor.
caranya, jalankan dalam modus user:
1 |
$ gconf-editor |
Pilih Apps -> Metacity -> General
Beri tanda centang pada “Reduced resources“.
Hilangkan juga pilihan pada:
Desktop -> Gnome -> Inteface -> enable animations
==========
Disable Wacom
Matikan servis wacom, apabila Anda tidak menggunakannya.
1 |
$ sudo nano -w /etc/X11/xorg.conf |
beri tanda comment (#) pada baris yang berisi tulisan Driver “wacom” sehingga tampak seperti ini:
# Section "InputDevice"# Driver "wacom" # Identifier "stylus" # Option "Device" "/dev/input/wacom" # Option "Type" "stylus" # Option "ForceDevice" "ISDV4" # Tablet PC ONLY # EndSection #Section "InputDevice"# Driver "wacom" # Identifier "eraser" # Option "Device" "/dev/input/wacom" # Option "Type" "eraser" # Option "ForceDevice" "ISDV4" # Tablet PC ONLY #EndSection #Section "InputDevice"# Driver "wacom" # Identifier "cursor" # Option "Device" "/dev/input/wacom" # Option "Type" "cursor" # Option "ForceDevice" "ISDV4" # Tablet PC ONLY
jangan lupa beri tanda comment pada 3 baris terakhir sehingga menjadi:
Section "ServerLayout"# InputDevice "stylus" "SendCoreEvents" # InputDevice "cursor" "SendCoreEvents" # InputDevice "eraser" "SendCoreEvents"
================
Hacking Kernel

Gambar 02.
Kompilasi kernel
Langkah ini bisa Anda lewatkan bila Anda merasa sistem Anda sudah cukup cepat
namun bila Anda penasaran atau sekedar ingin belajar mengkompail, Anda bisa lakukan langkah-langkah berikut ini:
Sebelumnya install dulu aplikasi-aplikasi yang diperlukan untuk mengkompail di ubuntu
1 |
$ sudo apt-get install kernel-package libncurses5-dev fakeroot wget bzip2 |
Ubuntu Feisty menggunakan kernel versi 2.6.20
Download source kernel linux 2.6.20.9 disini:
2 |
$ wget http://www.kernel.org/pub/linux/kernel/v2.6/linux-2.6.20.9.tar.bz2 |
ekstrak di direktori /usr/src/
3 4 |
$ sudo tar jxvf linux-2.6.20.9.tar.bz2 -C /usr/src/ $ cd /usr/src/linux-2.6.20.9 |
copy file config kernel bawaan default dari ubuntu feisty ke direktori tempat source kernel diekstrak, beri nama nama .config
5 |
$ sudo cp /boot/config-2.6.20-15-generic .config
|
Download patch agar kernel lebih optimal untuk penggunaan di desktop:
http://www.kernel.org/pub/linux/kernel/people/ck/patches/2.6/2.6.20/2.6.20-ck1/patch-2.6.20-ck1.bz2
selanjutnya terapkan patch tersebut pada source kernel
6 |
$ sudo bzcat patch-2.6.20-ck1.bz2 |patch -p1
|
lakukan konfigurasi ulang pada kernel:
7 |
$ make menuconfig |
Dibagian “General Setup†aktifkan fitur:
-
Support for paging of anonymous memory (swap)
- Support for prefetching swapped memory
Dibagian “Processor type and features“:
-
Processor family: pilih sesuai tipe prosesor yang Anda pakai, misal Pentium4. (Lihat gambar 02)
-
Set Preemption Model menjadi Voluntary Kernel Preemption (Desktop)
-
High Memory Support
-
off – bila memori RAM < 1 GB
-
1GB – bila memori RAM = 1 GB
-
4GB – bila memori RAM > 1 GB
-
-
set Timer frequency menjadi 1000 Hz
- Dibagian “Kernel hacking†hilangkan pilihan “Kernel debugging“.
8 9 |
$ sudo make-kpkg clean
$ sudo make-kpkg -initrd --revision=ml01 kernel_image kernel_headers modules_image
|
ganti ml01 dengan nama Anda sendiri (pastikan tetap mengandung unsur angka)
selanjutnya bila proses kompilasi telah selesai dan tidak ada error silahkan cek di folder /usr/src
seharusnya akan ada 2 file .deb seperti ini:
-
linux-headers-2.6.20-ck1_ml01_i386.deb
- linux-image-2.6.20-ck1_ml01_i386.deb
install keduanya dengan perintah:
10 11 |
$ sudo dpkg -i linux-headers-2.6.20-ck1_ml01_i386.deb $ sudo dpkg -i linux-image-2.6.20-ck1_ml01_i386.deb |
Restart komputer Anda, seharusnya akan muncul pilihan kernel baru pada menu Grub.
========
Langkah terakhir..
Jalankan proses profile ulang via grub. Proses ini akan mengindeks ulang seluruh file yang diperlukan pada saat booting/startup sehingga pada booting selanjutnya grub akan lebih cepat menemukan file-file tersebut.
Caranya pada saat grub pertama kali muncul tekan escape. Menu pilihan booting akan tampil. Sorot pada kernel default yang dipilih sebagai booting pertama, selanjutnya tekan tombol ‘e’. Selanjutnya pilih baris kedua, tekan ‘e’ lagi. Pada baris paling akhir tambahkan kata ‘profile’. Simpan, lalu tekan tombol ‘b’ untuk memboot dengan setting yang baru.
Saat booting pertama kali mungkin prosesnya akan memakan waktu lebih lama, karena sistem mengindeks ulang. Namun pada booting selanjutnya prosesnya akan lebih cepat. Langkah ini perlu Anda lakukan setiap kali Anda mengupdate kernel atau melakukan perubahan besar pada sistem yang mungkin berpengaruh pada file file yang dipakai untuk booting tersebut.